Sabtu, 20 Desember 2008

hujan desember

hujan di bulan desember. bunga-bunga dan rerumputan tegak berdiri. menantang badai hujan desember. sedari pagi hingga petang turun, hujan kian menderas lalu reda sejenak. sejenak.
hingga kini, menjelang akhir desember, penghujan tak kunjung pamit. tak kunjung beranjak. sering bertanya, apakah hujan seperti tangis seorang perempuan yang ditinggal kekasihnya?. seperti aku yang selalu melelehkan air mata tiap kali mengingatmu?
seandainya saja ada sebuah keajaiban, seperti yang keajaiban yang kudapati ketika berjalan sendirian, di suatu siang yang kelabu, ketika berjalan menunduk, seketika melihat bayangan matahari yang samar jatuh tepat di atas genangan air hujan.
hujan desember jatuh di atas permukaan hatiku yang retak. menyesap terlalu dalam.
meski hujan tak selalu bisa menghapus luka, tapi setidaknya bisa membasuh luka.