Senin, 16 Februari 2009

sebuah pernyataan...

sempat kukatakan bagaimana yang sesungguhnya padamu. bukan pertanyaan yang mengharuskanmu menjawab ya atau tidak. hanya mengungkapkan yang sebenarnya yang terjadi belakangan ini. pada hatiku. dan aku tidak sedang menunggu sepatah kata pun darimu. sungguh...

kenapa tiba-tiba mengatakan yang sebenarnya padamu?. memang terkesan tidak pantas. tapi kamu tak tahu rasanya memendam perasaan seorang diri.
lalu aku pun merasa kalau jatuh cinta itu...........a j a i b......

berawal dari pertemuan yang tak disengaja. ditempat yang jauh-jauh hari sudah kuimpikan untuk kukunjungi. museum tua. meriam. penjara bawah tanah. kuburan tua. jangan heran kalau aku akhirnya memilih memelihara kenangan, menyiraminya, bahkan membiarkannya berkembangbiak dalam benakku.

hanya itu alasan akhirnya memutuskan untuk mengunjungi tempat yang pada akhirnya membuatku merasa selalu ingin mengunjunginya.

tidak pernah sedikitpun terlintas dalam pikiranku untuk memilihmu saja sebagai orang yang ingin ku tuju. kau tahu?. buatku kau terlalu sempurna untuk menjadi nyata. segala yang kau punya, segala kesederhanaan yang kau miliki adalah sepenuhnya impianku.

sebenarnya selalu ingin menyerah, tapi selalu saja ada keajaiban yang membuatku berpaling untuk melihatmu lagi.

kesedihanmu yang berkepanjangan, jarak yang menghukummu kejam. kuharap kau mampu mengalahkannya. kau tangguh. karena doaku tentangmu, untukmu, sering kubisikkan disaat malamku, diantara doa untuk orangtuaku dan saudaraku.

maka itu tersenyumlah untuk alasan yang pasti. kau telah berhasil meningkatkan derajat kesabaranku. menghadapimu yang sungguh tak bisa tertebak. terima kasih. dan tak perlu kau tanyakan kesanggupanku. aku mampu. selama bintang yang bersinar masih mampu mengirim cahayanya ke dalam binar matamu.

lalu kalau kau bertanya bagaimana aku akan hidup setelah ini?. tentu saja aku masih bisa tersenyum. ikhlas. atas nama Tuhan. ketika melihatmu berbahagia. dengan entah siapa pun dia yang sekian lama kau nanti. hingga penghujung malammu pun terasa panjang. kau akan berbahagia. percayalah. Bukan dengan aku yang mungkin hanya kau anggap celah untuk melihat cahaya lebih luas. bukan aku yang hanya seperti ini.

ingatlah. jangan lupa berbahagia. untukku. untuk orangtuamu. saudaramu. dan semua sahabatmu.

terakhir. kelak akan kuceritakan sebab yang begitu mendalam. begitu mendasar. alasan mengapa kau dan aku tak bisa menjelma kita.

semua ada alasannya, dan saat ini masih kukumpulkan kekuatanku untuk mengatakannya.

untukmu


love you just the way you are

0 komentar: