Sabtu, 27 Juni 2009

sehari menjelang

sehari menjelang kelahiranmu, apa yang kau harapkan dari seorang aku?.
sebuah baju tidur baru menggantikan baju tidur kita yang perlahan memudar warnanya, atau gambar-gambarku yang kelak kau pajang pada dinding rumah baru yang akan kau huni nanti?.
agar bisa kau ceritakan sesekali padanya tentangku sambil mengenang perjalanan hidup kita yang terlalu konyol, sampai-sampai harus berair mata jika mengenangnya.

"tak ada perayaan" katamu.

kau hanya minta doa yang terlalu biasa. terlalu biasa kurapalkan pada setiap malammu yang gelisah karena terus terjaga. sebuah doa yang tak pernah selesai untukmu, tentang kebahagiaanmu, keselamatanmu dan keteguhanmu.

semua berputar terlalu cepat, kau merasakannya?

padahal baru saja kemarin kita menyulam cerita dari sebuah tempat ternyaman, dimana kau dan aku terbiasa menatap langit dari jendela kamar yang tak bertirai.

lalu kemudian akan tiba hari itu.

tak bisa lagi kau menunggu terlalu lama untuk menjemput sendiri kebahagiaanmu dengan berani.
begitu pun denganku. aku harus berani menantang rasa sepi yang kelak datang jika kau tak ada di sini lagi.

ini bukan mengenai perpisahan.

tapi tak ada salahnya jika kita mempersiapkan kata-kata untuk kemudian kita kenang dan memaksa kita menjadi rindu satu sama lain.

maka ku tunggu kau pada dini hari nanti, dengan keriangan yang seadanya, agar kau dan aku bisa berdoa bersama dengan berisik; "semoga semua akan tiba pada akhir yang bahagia, kau dan aku..."

0 komentar: