terimakasih atas segala berkah yang Kau berikan. ramadhan kali ini benar-benar membuatku kewalahan menghitung sekian banyak nikmat yang diberikanNya. berkah tak selamanya mengenai materi, buatku menemukan teman baru dan komunitas baru itu merupakan sebuah berkah yang sangat luar biasa. kedekatan dengan keluarga yang bertambah. dan suasana kantor yang hangat. semuanya adalah berkah.
ramadhan kali ini mengajarkanku untuk lebih berbesar hati menerima semua takdir sesuai kehendakNya. mengenai perasaan (lagi). baru saja kualami kejadian yang menurutku amat sangat lucu menurutku. mengenai seseorang, yang entah bisa menyembuhkan atau hanya sekedar sebagai penyemangat biasa. tapi, tanpa tersadar dia masuk sudah terlampau jauh. tapi belum terlambat untuk mengeluarkannya segera dari pikiranku. dan menyerahkannya kepada orang yang lebih berhak.
tentu saja ini lucu. karena saking seringnya terluka, hingga kuhapal benar bagaimana rasanya luka itu. bagaimana rasanya perih itu. maka kuhadapi saja. toh, aku tahu bagaimana cara menyembuhkan, meski mungkin butuh waktu yang lama.
suatu kali pernah kukatakan bahwa tak akan pernah kutemukan seseorang itu. bukan dengan nada putus asa. tapi dengan nada ikhlas. bukannya tak sabar menunggu. tapi memang begitulah seharusnya.
tak apa.
tak perlu meminta maaf, aku tahu bagaimana menjalani hidupku, percayalah...
ramadhan kali ini mengajarkanku untuk lebih berbesar hati menerima semua takdir sesuai kehendakNya. mengenai perasaan (lagi). baru saja kualami kejadian yang menurutku amat sangat lucu menurutku. mengenai seseorang, yang entah bisa menyembuhkan atau hanya sekedar sebagai penyemangat biasa. tapi, tanpa tersadar dia masuk sudah terlampau jauh. tapi belum terlambat untuk mengeluarkannya segera dari pikiranku. dan menyerahkannya kepada orang yang lebih berhak.
tentu saja ini lucu. karena saking seringnya terluka, hingga kuhapal benar bagaimana rasanya luka itu. bagaimana rasanya perih itu. maka kuhadapi saja. toh, aku tahu bagaimana cara menyembuhkan, meski mungkin butuh waktu yang lama.
suatu kali pernah kukatakan bahwa tak akan pernah kutemukan seseorang itu. bukan dengan nada putus asa. tapi dengan nada ikhlas. bukannya tak sabar menunggu. tapi memang begitulah seharusnya.
tak apa.
tak perlu meminta maaf, aku tahu bagaimana menjalani hidupku, percayalah...
0 komentar:
Poskan Komentar