Hai sekalian, lama sekali rasanya tak menulis sesuatu di sini. Begitu banyak hal yang terjadi dan sebanyak itu pula hanya mampu tertulis dalam ingatan. Semoga masih banyak waktu yang terluang untuk nantinya menulis dengan lebih serius dan makna ketimbang tulisan-tulisan yang kemarin.
Satu hal yang paling mengganggu pikiran saya belakangan ini adalah, kenapa harus selalu berusaha mengikuti trend?
Kemarin seorang kawan berkata, saya harus memadukan baju yang baru saya beli dengan celana ketat agar kelihatan lebih menarik. Dalam hati, "apa?". Saya bahkan sudah cukup lama memuseumkan--jangankan celana ketat, celana jeans-- juga. Dan telah menemukan kenyamanan dengan apa yang sudah menjadi "gaya"saya sendiri sekarang.
Ini baru masalah pakaian. Kemudian seorang membelalakkan matanya tak percaya sewaktu saya menyatakan dengan ringan, bahwa belum pernah sekali pun saya berkunjung ke pusat keramaian yang baru buka itu dan katanya terlengkap dan termewah di kawasan timur Indonesia ini (saya berusaha tak menyebut nama, kan bukan promosi, hehehe). Seakan-akan saya ini mahluk paling aneh yang pernah ditemuinya. Tapi saya membiarkannya jadi lelucon jika sewaktu-waktu ada yang begitu butuh tertawa. Maka saya akan menceritakan ini.
Begitu pula masalah gadget atau barang-barang pribadi lainnya. Jika sudah merasa cukup punya dengan satu barang saja, maka saya tak perlu memaksakan diri untuk mengikuti arus trend yang semakin deras saja belakangan ini.
Kecuali buku. Yang meski saat ini masih beberapa saja yang saya miliki. Saya merasa "kaya" jika sudah membeli buku. Sebab saya mengumpulkannya seperti harta berharga meski ada juga beberapa buku yang belum terbaca.
Saya merasa cukup menjadi seperti sekarang ini. Saya tak perlu menjadi banyak, menyerupai orang-orang.
Saya begitu senang dan hanya ingin berbeda.
Sebab memang beda :)
0 komentar:
Poskan Komentar