Sabtu, 16 Juli 2011

untuk semua yang terlalu

Maafkan saya sekali ini, tapi saya merasa sungguh keterlaluan dengan diri saya sendiri. Dan perlu meminta maaf untuk itu.

Semenjak pindah tempat beberapa waktu lalu, saya merasa beberapa mulai tak beres. Berpindah tempat untuk berkali-kali demi menemani---yang memang merupakan suatu kewajiban---membuat saya benar-benar tak teratur. Beberapa terbengkalai. Beberapa barang-barang mulai tak terawat dan berpencar-pencar. Awalnya saya merasa terbiasa dengan keadaan seperti ini. Tapi lama-kelamaan saya mulai merasa telah berbuat tidak adil bahkan terhadap diri sendiri.

Saya merasa bukan pahlawan, bahkan jauh dari itu. Hanya ketika orang-orang merasa butuh, saya berusaha untuk membantu. Itu saja. Hingga kemarin saya tersadar, beberapa orang menyalahtafsirkan. Sehatlah selalu sebab kau yang paling diharapkan bantuannya, begitu kata seseorang. Terus terang, saya merasa tak enak hati. Tak bisakah mendoakan saya sehat karena memang ingin melihat saya sehat? tanpa ada niatan lain. Sekali lagi saya melihat azas manfaat saja di sini. O, Tuhan....

Selama ini, saya terlalu sibuk memperhatikan dan melayani orang lain, tiba saatnya untuk saya menyenangkan diri sendiri.

Hari ini, saya akan membereskan sarang (tempat tinggal yang jarang ditinggali lagi sejak sering berpindah-pindah). Saya akan membuatnya nyaman untuk dihuni meski apapun yang terjadi.

Meski sendiri.

Sesekali, saya harus mengabaikan yang lain.

0 komentar: