Saya cuma bisa terdiam begitu lama dan tak mampu menjawab. Masalah yang sangat kompleks--yang jika saya berada dalam situasi seperti itu, tentu juga akan bertanya hal yang sama kepada orang lain. Jadi, bagaimana?
Menikah dengan seorang yang bukan dikehendaki, kehendak keluarga.
Sementara hati punya pilihannya sendiri.
Saya banyak belajar dari pengorbananmu yang sungguh besar. Berani meninggalkan keinginan sendiri. Turut pada takdir Tuhan.
Segalanya akan baik nantinya jika sudah terjalani.
Semoga.
Saya sendiri juga tak bisa membayangkan jika nantinya ia adalah orang yang bukan "dia". Bukan teman sepembicaraan yang baik, bukan teman merencanakan masa depan yang baik.
Baiknya jangan lagi bertanya tapi serahkan sepenuhnya penerimaanmu akan hidup. Pasrah yang bukan menyerah!
6 Ramadhan 1432 H
0 komentar:
Poskan Komentar