Senin, 01 Agustus 2011

Kritik Pedas

Hari pertama Ramadhan, saya menerima pernyataan yang sedikit membuat sesak dari seseorang yang entah siapa, namun berhasil membuat saya tak tenang. Ini mengenai Perempuan Gurun. Semua yang tertulis di dalamnya. Menurutnya, apakah penting tulisan seperti ini dibuat hingga dimuat?

Pertama, adalah bukan suatu kewajiban untuk masuk di sini dan membaca apa yang ada di dalamnya. Meskipun jika tak berkenan, tentu saya terbuka dengan segala kritikan, sebab berkali-kali pun saya tuliskan bahwa apa yang terlah tertulis sebelumnya adalah bukan suatu manfaat. Untuk saya sendiri iya, tapi tidak untuk yang lain.

Kedua, namanya juga jurnal pribadi. Ini bukan pembelaan tetapi aturannya sendiri pun seperti itu. jadi untuk menuliskan perasaan atau apapun itu menyangkut masalah pribadi, tentu tak apa.

Ketiga, jangankan anda, saya sendiri pun merasa apa yang telah tertulis sebelumnya adalah beberapa hal yang bodoh, terkesan labil, dan banyak yang lain. Pernah suatu kali ingin sekali menghapus semua di dalamnya. Tetapi urung, sebab sesekali saya perlu mencari tahu lagi, bagaimana saya terdahulu sebelum tiba di masa sekarang ini.

Bahkan saya ingin mengganti nama Perempuan Gurun ini menjadi Khanza, dan kemudian menulis bagaimana perjalanan religi yang saya lalui, bagaimana menjadi yang terasing, bagaimana berjuang diam-diam menjadi seorang yang dikatakan radikal oleh kelompok lain. Tapi saya sudah bisa membaca bagaimana kelanjutan nantinya. Akan ada yang menuding kalau saya ini "mendadak religius" sebab berbeda dengan yang mereka jumpai dulu. Padahal semua hanyalah perjalanan yang berusaha saya tuliskan agar kelak bisa saya ingat kembali.

Biar bagaimana pun, saya merasa nyaman dengan nama ini.

Saya butuh digoyahkan untuk merasakan bagaimana menjadi tangguh itu.

Silakan. Dengan senang hati.


:)

0 komentar: