Inilah duka itu. Bapak berpulang tepat di hari kelahirannya yang ke 64 tahun. Saya menyesali waktu yang terlalu tiba-tiba. Saya belum membalas banyak kebaikan Bapak. Belum bisa menjadi kebanggan untuknya. Saya teringat kalimat panjang penghiburan dari seorang kawan. Bahwa memang sudah waktunya saja. Jika dulu terlalu bergantung kepada Bapak, sekaranglah saatnya mengandalkan kemampuan diri sendiri.
Yang paling duka sebenarnya adalah bagaimana nantinya jika sudah tiba masa bahagia itu. Dan saya mesti melaluinya sendiri. Tanpa Bapak.
:'((
0 komentar:
Poskan Komentar