Selasa, 31 Januari 2012

hujan, en


Sepertinya saya tak bersahabat dengan udara malam dan dingin, en. Sebab mudah saja terserang gigil dan sesak olehnya. Malu untuk mengakui, akhir-akhir ini saya mudah jatuh sakit.

Sementara cuaca--seperti yang kau tahu, masih sama seperti kemarin. Seringkali hujan menyembunyikan matahari. Saya masih penyuka hujan tetapi jika begitu lama tak menjumpai matahari juga akan merasa rindu.

Di luar hujan, en. Kenanglah apa yang semestinya kau kenang. Agar terasa hangat oleh air mata.

Sampaikah kepadamu kecemasan itu?

Tuhan dan kita yang beragam. Moral dan akhlak.

Saya butuh anggukan kecil darimu. Bukan penanda setuju, tetapi biarlah saya berbicara panjang. Setiap orang berhak mengatur kata menjadi kalimat yang kelak bisa dipertanggung-jawabkannya.

Tuhan satu. Manusia kepada Tuhan adalah yang paling sunyi. Kita mengasihi Tuhan dengan cara masing-masing, dengan kadar yang berbeda-beda. Bukankah sebelum melihat orang lain, kita harus melihat ke dalam diri dulu?. Saya lemah, en. Tetapi tetap berusaha berpegang pada Tuhan.

Saya terlalu suka menangis. Dan tak tahu, di hujan yang kapan kita bisa bersua.

0 komentar: