Sabtu, 04 Februari 2012

kenangan #1

: bapak

saya ingat rumah panggung kita yang bercat hijau pudar itu. yang hanya punya tiga kamar tetapi cukup menampung kita yang banyak ini. sampai sekarang pun, ketika menetap di kota yang menawarkan gemerlap, saya selalu rindu dengan temaram lampu ruang tamu kita. di sana, biasanya kita berjejalan, berkumpul. berbagi cerita apa saja yang tak pernah bosan meski harus diceritakan kembali.

juga di suatu malam menjelang tidur, ketika hanya suara jangkrik di hening malam. kami yang bertiga--anak perempuanmu, sedang tertawa cekikikan di sebelah kamarmu. biasalah perempuan, waktu itu juga sedang masanya kami membicarakan lawan jenis sambil tertawa tertahan. nyatanya, makin berusaha menahan tawa, maka semakin jelaslah suara kami. barangkali kau merasa terganggu, maka kau batuk kecil.

di beberapa waktu sejak kita terpisah, bahkan suara batukmu pun amat saya rindukan.

0 komentar: