
suatu pagi yang gerimis, saya dalam perjalanan menuju kantor menggunakan angkutan umum. ada penumpang seorang anak perempuan dan bapaknya yang juga berambut perak sama seperti bapak.
maka bisakah saya tak rindu, en?
sedikit banyak saya menyimak pembicaraan mereka dan menyimpulkan cerita bahwa si anak perempuan ini akan diwisuda. sebab itu, di pagi yang gerimis, ia menjemput bapaknya di salah satu terminal perhentian bus antar kota. betapa pun saya tak paham sepenuhnya cerita mereka tetapi saya merasakan kegembiraan si anak perempuan juga kebanggaan si bapak.
kita mustahil mengulang waktu, en. hanya bisa sesekali menoleh ke belakang. tetapi tidak untuk berbalik.
betapa tak ada yang sekekal kenangan.
maka bisakah saya tak rindu, en?
sedikit banyak saya menyimak pembicaraan mereka dan menyimpulkan cerita bahwa si anak perempuan ini akan diwisuda. sebab itu, di pagi yang gerimis, ia menjemput bapaknya di salah satu terminal perhentian bus antar kota. betapa pun saya tak paham sepenuhnya cerita mereka tetapi saya merasakan kegembiraan si anak perempuan juga kebanggaan si bapak.
kita mustahil mengulang waktu, en. hanya bisa sesekali menoleh ke belakang. tetapi tidak untuk berbalik.
betapa tak ada yang sekekal kenangan.
0 komentar:
Poskan Komentar