Selasa, 28 Februari 2012
Rabu, 15 Februari 2012
satu nama
sebentar lagi kakak menikah dan mau tak mau perhatian orang mulai tertuju kepada saya. saya yang diharapkan selanjutnya dan secepatnya.
sebagai orang yang dikenal tak pernah membawa orang-orang ke rumah yang kemudian dikenalkan sebagai pacar. kecuali seingat saya satu orang semasa kuliah dulu, itu pun cuma sekali karena mengantarkan hadiah ulang tahun. sebab itu, orang-orang terdekat enggan menanyakan langsung tetapi berbisik di belakang yang sialnya selalu terdengar oleh telinga saya.
saya sedang dekat dengan siapa?
saya tidak dekat dengan siapa pun. dan hanya bisa menjawab dengan senyum ketika orang-orang tidak lelah menanyakan satu nama. dan hanya bisa saya jawab dengan senyum.
tetapi sering balik bertanya, menurut orang-orang, saya nanti baiknya dengan siapa?
orang-orang mengajukan satu nama
en
sebagai orang yang dikenal tak pernah membawa orang-orang ke rumah yang kemudian dikenalkan sebagai pacar. kecuali seingat saya satu orang semasa kuliah dulu, itu pun cuma sekali karena mengantarkan hadiah ulang tahun. sebab itu, orang-orang terdekat enggan menanyakan langsung tetapi berbisik di belakang yang sialnya selalu terdengar oleh telinga saya.
saya sedang dekat dengan siapa?
saya tidak dekat dengan siapa pun. dan hanya bisa menjawab dengan senyum ketika orang-orang tidak lelah menanyakan satu nama. dan hanya bisa saya jawab dengan senyum.
tetapi sering balik bertanya, menurut orang-orang, saya nanti baiknya dengan siapa?
orang-orang mengajukan satu nama
en
Rabu, 08 Februari 2012
flu berat
waktu >>> 16:03
sedang flu berat, masih di kantor. AC dingin sekali, hidung meler-meler. saya hanya butuh pulang, berselimut tebal dan susu cokelat hangat.
sedang flu berat, masih di kantor. AC dingin sekali, hidung meler-meler. saya hanya butuh pulang, berselimut tebal dan susu cokelat hangat.
Sabtu, 04 Februari 2012
kenangan #1
: bapak
saya ingat rumah panggung kita yang bercat hijau pudar itu. yang hanya punya tiga kamar tetapi cukup menampung kita yang banyak ini. sampai sekarang pun, ketika menetap di kota yang menawarkan gemerlap, saya selalu rindu dengan temaram lampu ruang tamu kita. di sana, biasanya kita berjejalan, berkumpul. berbagi cerita apa saja yang tak pernah bosan meski harus diceritakan kembali.
juga di suatu malam menjelang tidur, ketika hanya suara jangkrik di hening malam. kami yang bertiga--anak perempuanmu, sedang tertawa cekikikan di sebelah kamarmu. biasalah perempuan, waktu itu juga sedang masanya kami membicarakan lawan jenis sambil tertawa tertahan. nyatanya, makin berusaha menahan tawa, maka semakin jelaslah suara kami. barangkali kau merasa terganggu, maka kau batuk kecil.
di beberapa waktu sejak kita terpisah, bahkan suara batukmu pun amat saya rindukan.
juga di suatu malam menjelang tidur, ketika hanya suara jangkrik di hening malam. kami yang bertiga--anak perempuanmu, sedang tertawa cekikikan di sebelah kamarmu. biasalah perempuan, waktu itu juga sedang masanya kami membicarakan lawan jenis sambil tertawa tertahan. nyatanya, makin berusaha menahan tawa, maka semakin jelaslah suara kami. barangkali kau merasa terganggu, maka kau batuk kecil.
di beberapa waktu sejak kita terpisah, bahkan suara batukmu pun amat saya rindukan.
Jumat, 03 Februari 2012
bukan bunga
Jangan petik
Bunga yang baru saja kembang
Setelah musim membuatnya ragu
Memilih layu atau berani menjadi bunga.
Takdir bunga tetap pada tangkai dan melekat di dahan menemani daun.
Juga bukan bunga, sebenarnya, jika kau sayang.
Bunga yang baru saja kembang
Setelah musim membuatnya ragu
Memilih layu atau berani menjadi bunga.
Takdir bunga tetap pada tangkai dan melekat di dahan menemani daun.
Juga bukan bunga, sebenarnya, jika kau sayang.
Rabu, 01 Februari 2012
sempat
terimakasih yang paling, en. sebab telah sempat mengingat juga meluangkan waktumu untuk sekadar bertegur sapa di telepon.
andai saja kau tahu, di beberapa hari belakangan ini, saya seperti hampir padam semangat.
boleh bercerita, en?
saya merasa semacam tumbuhan kerdil, tumbuh di habitat yang salah. padahal ingin sekali tinggi, ingin sekali berbuah manfaat. di ladang lain yang barangkali lebih menyediakan tempat untuk tumbuh lebih baik lagi.
semoga kau paham, en.
saya sampai pada taraf kejenuhan yang lumayan
tetapi mendengarmu kemarin adalah sebuah penyemangat yang menyengat untuk kembali bangkit sama seperti yang lain.
saya suka InsyaAllah yang kau lafalkan, en. saya belum pernah mendengar sebelumnya dan rasanya menyejukkan.
sekali lagi, terimakasih.
andai saja kau tahu, di beberapa hari belakangan ini, saya seperti hampir padam semangat.
boleh bercerita, en?
saya merasa semacam tumbuhan kerdil, tumbuh di habitat yang salah. padahal ingin sekali tinggi, ingin sekali berbuah manfaat. di ladang lain yang barangkali lebih menyediakan tempat untuk tumbuh lebih baik lagi.
semoga kau paham, en.
saya sampai pada taraf kejenuhan yang lumayan
tetapi mendengarmu kemarin adalah sebuah penyemangat yang menyengat untuk kembali bangkit sama seperti yang lain.
saya suka InsyaAllah yang kau lafalkan, en. saya belum pernah mendengar sebelumnya dan rasanya menyejukkan.
sekali lagi, terimakasih.
suatu pagi

suatu pagi yang gerimis, saya dalam perjalanan menuju kantor menggunakan angkutan umum. ada penumpang seorang anak perempuan dan bapaknya yang juga berambut perak sama seperti bapak.
maka bisakah saya tak rindu, en?
sedikit banyak saya menyimak pembicaraan mereka dan menyimpulkan cerita bahwa si anak perempuan ini akan diwisuda. sebab itu, di pagi yang gerimis, ia menjemput bapaknya di salah satu terminal perhentian bus antar kota. betapa pun saya tak paham sepenuhnya cerita mereka tetapi saya merasakan kegembiraan si anak perempuan juga kebanggaan si bapak.
kita mustahil mengulang waktu, en. hanya bisa sesekali menoleh ke belakang. tetapi tidak untuk berbalik.
betapa tak ada yang sekekal kenangan.
maka bisakah saya tak rindu, en?
sedikit banyak saya menyimak pembicaraan mereka dan menyimpulkan cerita bahwa si anak perempuan ini akan diwisuda. sebab itu, di pagi yang gerimis, ia menjemput bapaknya di salah satu terminal perhentian bus antar kota. betapa pun saya tak paham sepenuhnya cerita mereka tetapi saya merasakan kegembiraan si anak perempuan juga kebanggaan si bapak.
kita mustahil mengulang waktu, en. hanya bisa sesekali menoleh ke belakang. tetapi tidak untuk berbalik.
betapa tak ada yang sekekal kenangan.
surat

belajarlah menulis surat, en. meski sepertinya lebih mudah untukmu berbicara tetapi saya senang membaca surat dan membaca hatimu yang tertera di dalamnya. tulislah apa saja yang ingin kau tulis, yang begitu ingin saya ketahui sepanjang hari. jalan mana yang kau lalui, apa saja yang kau temui dalam perjalananmu juga cuaca hatimu. jangan biarkan saya hanya menerka-nerka segala hal tentangmu, en. sebab setelah beberapa waktu yang lama, saya ingin mengenalimu lagi. seperti bertahun-tahun yang silam itu, ketika pertama kali mengenalmu. dan membawa-bawamu dalam ingatan.hingga kini.
melanjutkan en

karena sesuatu dan lain hal yang hanya dapat saya pahami sendiri, pada akhirnya, saya meneruskan kisah en setelah sebelumnya hampir berhenti. rasanya amat disayangkan, kisah sebagus en harus terus tertulis selama memang perlu untuk dituliskan.
sebenarnya kisah ini tak seobsesif seperti Rahmi kepada Geronimo di dalam cerita Cintapucino. hanya sebagian kecil saja yang mirip. juga saya tak berharap banyak agar akhir cerita bisa persis sama. tentu, sebab saya berharap punya cerita yang lain.
semoga sama mengharukankannya ketika Gadis Jeruk berusaha mengingatkan Jan Olav--teman semasa kecilnya bahwa di suatu masa yang lampau mereka pernah berada di dalam satu bagian hingga kemudian menjadi abadi dalam ingatan. memiliki ruang sendiri dalam ingatan. hanya di bagian itu saja. setiap kisah memiliki alur sendiri.
en, sesungguhnya saya tak pernah mengenalmu dengan baik. tetapi begitu ingin tahu, kemana saja anak lelaki kecil teman semasa kecil, kemana kau bawa menjejak hingga menjelma dewasa?
dan permintaan maafmu beberapa waktu yang lalu, bahwa baru bisa bertemu kembali setelah sekian lama. lama sekali hingga barangkali kau pun menduga-duga, kemana gerangan gadis kecil teman sepermainanmu dulu, kemana saja saya bawa berlari hingga kemudian menjelma perempuan.
saya hanya ingin merasakan bagaimana berbicara denganmu lagi, en. membincangkan apa saja yang tak terlalu membebankan. sebab saya berharap denganmu, semua menjadi ringan.
sebenarnya kisah ini tak seobsesif seperti Rahmi kepada Geronimo di dalam cerita Cintapucino. hanya sebagian kecil saja yang mirip. juga saya tak berharap banyak agar akhir cerita bisa persis sama. tentu, sebab saya berharap punya cerita yang lain.
semoga sama mengharukankannya ketika Gadis Jeruk berusaha mengingatkan Jan Olav--teman semasa kecilnya bahwa di suatu masa yang lampau mereka pernah berada di dalam satu bagian hingga kemudian menjadi abadi dalam ingatan. memiliki ruang sendiri dalam ingatan. hanya di bagian itu saja. setiap kisah memiliki alur sendiri.
en, sesungguhnya saya tak pernah mengenalmu dengan baik. tetapi begitu ingin tahu, kemana saja anak lelaki kecil teman semasa kecil, kemana kau bawa menjejak hingga menjelma dewasa?
dan permintaan maafmu beberapa waktu yang lalu, bahwa baru bisa bertemu kembali setelah sekian lama. lama sekali hingga barangkali kau pun menduga-duga, kemana gerangan gadis kecil teman sepermainanmu dulu, kemana saja saya bawa berlari hingga kemudian menjelma perempuan.
saya hanya ingin merasakan bagaimana berbicara denganmu lagi, en. membincangkan apa saja yang tak terlalu membebankan. sebab saya berharap denganmu, semua menjadi ringan.
Langganan:
Entri (Atom)